
Duel semifinal tersebut berlangsung selama 74 menit, memperlihatkan pertarungan pola, ketahanan fisik, serta keberanian mengambil keputusan pada poin-poin akhir.
Kemenangan itu sekaligus menuntaskan misi balas kekalahan Fajar/Fikri dari Hoki/Kobayashi. Pada pertemuan sebelumnya di final Denmark Open 2025, pasangan Indonesia harus menyerah dalam pertandingan ketat dengan skor 18-21, 21-15, dan 19-21.
Contents
Fajar/Fikri Bertahan di Tengah Perubahan Taktik Lawan
Fajar/Fikri membuka pertandingan dengan permainan agresif dan mampu mengambil gim pertama 21-14. Hoki/Kobayashi kemudian mengubah pola permainan pada gim kedua. Pasangan Jepang tidak hanya mengandalkan reli, tetapi juga bergantian memainkan tempo cepat dan lambat untuk merusak ritme lawan.
Strategi tersebut membuat Fajar/Fikri kehilangan gim kedua 19-21. Meski pertandingan semakin menguras tenaga, pasangan peringkat kedua dunia itu tidak kehilangan kendali pada gim penentuan. Mereka menjaga fokus ketika perolehan angka semakin rapat, lalu mengunci kemenangan 21-18.
Fajar mengakui perubahan pola yang dimainkan pasangan Jepang membuat pertandingan terasa berat.
“Yang pasti senang bisa ke final Japan Open setelah menghadapi pasangan tuan rumah dan diakhiri dengan kemenangan. Ini menjadi back to back final Super 750 juga buat kami, Alhamdulillah sangat bersyukur,” kata Fajar seusai laga dalam rilis Tim Media & Humas PBSI.
“Pasangan Jepang bermain sangat baik hari ini. Mereka bisa mengubah-ubah pola permainan baik di gim pertama, kedua maupun ketiga. Itu sangat menyulitkan dan melelahkan bagi kami,” imbuhnya.
Keberhasilan di Tokyo membawa Fajar/Fikri mencapai dua final secara beruntun pada turnamen level Super 750 yang mereka ikuti. Sebelumnya, Fajar/Fikri juga menjadi finalis Singapore Open 2026 tapi kalah dari wakil India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-18, 17-21, dan 16-21.
Fokus dan Dukungan Menjadi Kunci
Fikri menilai keberhasilan melewati pertandingan ketat tidak terlepas dari komunikasi di lapangan. Dia mengaku terus saling menjaga konsentrasi, baik ketika unggul maupun saat berada dalam tekanan.
“Dengan kesulitan yang ada, kami tetap mencoba fokus, baik saat unggul maupun tertinggal. Dengan bantuan dan saling memberi dukungan antara partner juga pelatih membuat kami bisa tampil lebih percaya diri, lebih rileks. Kuncinya di pukulan awal 1-2 nya, siapa yang bisa lebih pegang dialah yang bisa lebih mudah dapat poin,” ujar Fikri.
Permainan satu hingga dua pukulan pertama memang akan kembali menjadi elemen penting di final melawan Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Pasang Korea selatan tersebut dikenal mempunyai pertahanan rapat, pengembalian servis tajam, serta kemampuan mengubah posisi bertahan menjadi serangan dalam waktu singkat.
Fajar/Fikri vs Kim/Seo jadi Final Ideal
Pada partai puncak, Fajar/Fikri akan menghadapi unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, yang melewati semifinal setelah menundukkan pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 21-12, 11-21, dan 21-13.
Final Japan Open 2026 artinya mempertemukan dua pasangan teratas dalam ranking ganda putra dunia. Kim/Seo berada di peringkat pertama, sedangkan Fajar/Fikri menempati posisi kedua. Kondisi ini membuat laga puncak bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga menjadi panggung pengukuran kekuatan dua poros terkuat ganda putra dunia saat ini.
Pertemuan terakhir kedua pasangan terjadi pada final French Open 2025. Ketika itu, Fajar/Fikri merebut gim pembuka 21-10, tetapi Kim/Seo membalikkan keadaan dengan kemenangan 21-13 dan 21-12 pada dua gim berikutnya.
Fajar menegaskan, pertandingan final Japan Open 2026 akan dimanfaatkan juga untuk mengukur perkembangan dirinya dan Fikri setelah menjalani rangkaian latihan serta evaluasi.
“Besok sudah ditunggu Kim/Seo di final, sudah lama kami tidak berjumpa mereka, terakhir di French Open tahun lalu. Kami ingin mengukur bagaimana hasil latihan kami selama ini untuk menghadapi pasangan nomor 1 dunia,” tutur Fajar.
“Kami mau menyiapkan recovery sebaik mungkin untuk malam ini karena hari ini memang melelahkan. Tapi, itu bukan jadi alasan untuk besok. Semoga besok kami bisa fit dan fresh untuk memenangkan pertandingan,” tutup Fajar.
Dengan waktu pemulihan yang terbatas setelah semifinal panjang, kondisi fisik akan menjadi salah satu penentu. Namun, kemenangan atas Hoki/Kobayashi memberi modal psikologis penting. Fajar/Fikri telah membuktikan bahwa mereka mampu bertahan ketika permainan berubah, tekanan meningkat, dan publik berada di belakang lawan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan

